Soroti Layanan Dermaga Eksekutif Bakauheni, DPRD Lampung Desak ASDP Perbaiki Manajemen Sandar dan Fasilitas Kapal

  



BANDAR LAMPUNG — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, melayangkan kritik tajam terhadap kualitas pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Hal ini menyusul banyaknya keluhan pengguna jasa mengenai keterlambatan waktu sandar kapal eksekutif serta kondisi fasilitas kapal yang dinilai tidak sebanding dengan tarif premium yang dibayarkan.

Berdasarkan temuan di lapangan pada penyeberangan lintas Merak-Bakauheni, waktu tempuh kapal eksekutif yang seharusnya hanya 1 jam 30 menit sering kali molor hingga 2 jam 30 menit akibat kendala antrean sandar di dermaga.

Dermaga Belum Siap, Status "Eksekutif" Dipertanyakan

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa esensi dari layanan eksekutif adalah kecepatan dan prioritas. Namun, kenyataan di laut menunjukkan kapal eksekutif masih harus mengantre dan menunggu kapal lain keluar dari dermaga, sehingga terjebak di tengah laut selama berjam-jam.

“Kalau namanya eksekutif, begitu kapal datang dermaga harus sudah siap. Bukan malah menunggu di tengah laut. Ini jelas bukan pelayanan eksekutif. Kasihan warga yang memilih jasa ini karena kebutuhan mendesak atau membawa anak-anak, tetapi malah tertahan lama,” tegas Budiman, Sabtu (14/02/2026).

Fasilitas Kapal dan Standar Keselamatan

Selain masalah waktu, Budiman menyoroti kondisi fisik kapal eksekutif yang dinilai hanya sekadar "cat ulang" tanpa peningkatan fasilitas yang signifikan. Keluhan paling serius adalah bercampurnya kendaraan pribadi dengan truk di dalam geladak kapal eksekutif, yang dianggap menyalahi standar pelayanan minimum bagi penumpang kelas premium.

Mendesak Perbaikan Jelang Arus Mudik Hari Raya

Mengingat masa libur panjang Hari Raya yang akan segera tiba, DPRD Provinsi Lampung meminta PT ASDP segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum beban arus mudik memuncak. Beberapa poin desakan tersebut meliputi:

  1. Optimasi Manajemen Dermaga: Menjamin ketersediaan dermaga kosong tepat saat kapal eksekutif tiba.

  2. Audit Fasilitas Kapal: Memastikan standar kenyamanan dan kebersihan kapal benar-benar layak menyandang status eksekutif.

  3. Pemisahan Jenis Kendaraan: Menegakkan aturan pemisahan kendaraan pribadi dan logistik demi kenyamanan serta keselamatan penumpang.

"Masih ada waktu lebih dari sebulan sebelum Hari Raya. Saya berharap PT ASDP bisa meningkatkan fasilitas dan pengaturan sandar. Pelayanan harus sesuai dengan komitmen awal, karena selisih harga tiket eksekutif dan reguler cukup jauh," pungkas Budiman.

0 Comments