BANDAR LAMPUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung diproyeksikan akan memberikan suntikan modal yang masif bagi ekonomi kerakyatan. Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki, mengungkapkan bahwa perputaran anggaran program tersebut di Bumi Ruwa Jurai diperkirakan menyentuh angka Rp1,1 triliun setiap bulannya.
Hal tersebut ditegaskan Ahmad Basuki dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Satgas MBG dan Koordinator Wilayah MBG Lampung di ruang rapat Komisi DPRD Lampung, Senin (20/4/2026). Ia menilai, aliran dana besar dari APBN melalui Badan Gizi Nasional (BGN) ini merupakan insentif fiskal yang sangat strategis bagi daerah.
"Ini adalah angka yang luar biasa besar. Dengan sekitar 1.120 Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) yang tersebar di Lampung, perputaran uang satu triliun lebih per bulan ini harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita," ujar Ahmad Basuki.
Komisi II DPRD Lampung kini tengah berfokus mengawal agar sekitar 70 persen anggaran tersebut—yang dialokasikan untuk bahan baku seperti beras, susu, daging, dan telur—tidak bocor ke luar daerah. Ahmad Basuki mewanti-wanti agar pengadaan pangan tidak bergantung pada produk pabrikan besar atau kiriman dari luar Lampung.
"Sangat disayangkan jika anggaran sebesar ini justru lari ke produk pabrikan atau dari luar daerah. Lampung adalah lumbung pangan dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Semangat program ini harusnya berpihak pada petani lokal," tegasnya.
Menurutnya, struktur ekonomi Lampung yang berbasis pertanian menjadikan daerah ini memiliki multiplier effect (efek berganda) yang lebih tinggi dibanding daerah lain jika dikelola dengan tepat. DPRD Lampung pun tengah mendalami pemetaan dapur MBG untuk merancang strategi agar para petani di kabupaten/kota bisa langsung mensuplai kebutuhan bahan baku tersebut.
Melalui pengawalan ketat ini, diharapkan program MBG tidak hanya sekadar memenuhi gizi generasi masa depan, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani di seluruh pelosok Provinsi Lampung.
0 Comments