Anggota DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah, menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila,Terkikisnya akibat perkembangan Teknologi.

 


Bandar Lampung,Mega Rajawali - Anggota DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah gelar kegiatan rutin Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dilingkungan Sumber Agung,Kemiling,2 Desember 2025.

Wakil rakyat tersebut menyampaikan kepada masyarakat sumber agung,sekarang sudah mulai meninggalkan kebiasaan yang sejak dari dahulu sudah menjadi tradisi.Yang sebelum adanya HP kebiasaan silaturahmi datang dari rumah ke rumah.

Kegiatan yang berlangsung dihadiri puluhan warga,tokoh masyarakat,serta perwakilan organisasi pemuda.Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tantangan sosial yang muncul akibat pesatnya perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya,para anggota DPRD menyoroti berbagai fenomena sosial,seperti menurunnya interaksi langsung antarwarga, penyebaran informasi palsu (hoaks).

Asroni menyampaikan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari,namun masyarakat perlu dibekali literasi digital yang memadai agar tidak terjebak dalam dampak negatifnya.

“Teknologi membawa banyak manfaat, namun tanpa pemahaman yang benar,masyarakat bisa mengalami krisis,mulai dari krisis informasi hingga krisis moral.Edukasi seperti ini penting agar warga mampu menggunakan teknologi secara bijak,”ujar Asroni".

Selain pemaparan materi,kegiatan juga diisi sesi diskusi dan tanya jawab.Warga terlihat antusias,khususnya ketika membahas cara mengenali berita palsu dan bagaimana mendampingi anak agar tidak kecanduan media sosial.

Warga mempertanyakan dari mana sebenarnya anggaran umroh yang diberikan walikota bandar Lampung ,pasalnya warga setempat kurang setuju,"anggaran itu baiknya digunakan untuk pembangunan jalan yang belum merata,dan lebih baik diberikan kepada masyarakat yang betul-betul tidak mampu,"ujar salah satu warga".

Asroni Paslah sebagai penyelenggara kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi ,berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tengah derasnya arus digitalisasi.

0 Comments