DPRD Tegaskan Komitmen Inklusi: Perkumpulan Disabilitas Bandar Lampung Resmi Berdiri


BANDAR LAMPUNG, 02 Desember 2025 – Kelompok Disabilitas Kota Bandar Lampung kini memiliki wadah organisasi resmi setelah dideklarasikan dalam sebuah acara di Hotel Emersia, Bandar Lampung, pada Selasa, 02 Desember 2025. Deklarasi perkumpulan ini disambut baik oleh DPRD Kota Bandar Lampung, yang menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan hak dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.

Dukungan Penuh dari Fraksi DPRD

Anggota DPRD sekaligus Ketua Fraksi PKS, H. Agus Widodo, menyatakan bahwa DPRD harus menjadi rumah besar bagi seluruh warga, khususnya komunitas disabilitas. Ia menyoroti pentingnya pembentukan perkumpulan ini sebagai jembatan penyaluran aspirasi dari 963 penyandang disabilitas di Bandar Lampung (data BPS 2024).

“Bagi kami di DPRD Kota Bandar Lampung, kami ingin DPRD ini menjadi rumah besarnya warga Kota Bandar Lampung, wabil khusus saudara-saudara kami yang ada di komunitas disabilitas,” ujar Agus Widodo.

Ia juga menekankan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Disabilitas harus "hidup dan menjadi ruh perjuangan," bukan sekadar formalitas. Agus juga mendorong pembentukan badan aspirasi di DPRD untuk mempermudah penyampaian keluhan dan masukan.

Perjuangan Aksesibilitas dan Kesetaraan

Dukungan serupa datang dari Ketua Fraksi Gerindra sekaligus anggota Komisi IV DPRD, Dewi Mayang Suri Djausal, yang menyoroti pentingnya aksesibilitas.

“Setiap kita berhak mendapatkan akses. Baik permodalan, usaha, kesempatan bekerja, maupun fasilitas infrastruktur yang memadai,” katanya.

Ia berharap perkumpulan ini menjadi gerakan nyata yang mendorong hak-hak penyandang disabilitas. Menurut Dewi, jika pemerintah, DPRD, dan komunitas berjalan bersama, Bandar Lampung akan menjadi kota inklusi yang benar-benar menjadi kenyataan.

Anggota Komisi IV lainnya, Heti Friskatati, menambahkan bahwa pemenuhan hak penyandang disabilitas memerlukan sinergi lintas sektor, melibatkan lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat umum. Ia berharap fasilitas umum dan layanan publik di masa depan semakin sensitif terhadap kebutuhan komunitas disabilitas agar mereka dapat beraktivitas tanpa hambatan.

Pembentukan perkumpulan disabilitas ini menjadi fondasi baru dalam perjuangan komunitas difabel untuk mendapatkan akses yang lebih adil dalam berbagai aspek kehidupan.

0 Comments