Pesisir Barat — Perkembangan penemuan dua jenazah laki-laki tanpa identitas yang terdampar di perairan Laut Walur, Kecamatan Krui Selatan, mulai mengarah pada dugaan keterkaitan dengan laporan dua orang hilang di Kecamatan Lemong pada Sabtu, 31 Desember lalu. Informasi tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat melalui siaran resmi yang dirilis Senin, 2 Februari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Pesisir Barat, Roby Arfan, S.H., M.M., menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan identifikasi resmi dari kepolisian. Dugaan keterkaitan tersebut muncul berdasarkan waktu kejadian serta laporan kehilangan yang sebelumnya diterima tim pencarian di wilayah Lemong.
Sebelumnya, pada Minggu, 1 Februari 2026, dua jenazah ditemukan di lokasi berbeda di perairan Pekon Walur. Jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di area Lentera Walur dengan kondisi tanpa kepala dan satu kaki tidak utuh. Sementara jenazah kedua ditemukan sekitar pukul 17.05 WIB di belakang Soluta Resort dengan kondisi tubuh telah membengkak.
Kedua jenazah tersebut telah dievakuasi ke RSUD M. Thohir Krui sebelum selanjutnya direncanakan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung guna menjalani pemeriksaan forensik mendalam serta proses identifikasi resmi oleh pihak kepolisian.
BPBD Pesisir Barat juga menyampaikan bahwa pencarian terhadap korban hilang di Pekon Lemong untuk sementara dihentikan sambil menunggu hasil identifikasi. Langkah ini diambil agar proses penentuan identitas dapat dilakukan secara akurat dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Roby Arfan menegaskan, BPBD bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi lintas lembaga dan menyampaikan perkembangan lanjutan secara terbuka kepada publik setelah ada keterangan resmi dari aparat berwenang. Hingga kini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil identifikasi resmi dari kepolisian. (*)

0 Comments