LAMPUNG TENGAH — Komisi III DPRD Provinsi Lampung melakukan kunjungan kerja strategis bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ke PT Great Giant Pineapple (GGP) di Terbanggi Besar, Jumat (30/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui klasifikasi potensi pajak perusahaan besar yang beroperasi di Bumi Ruwa Jurai.
Fokus utama kunjungan ini adalah memastikan kepatuhan pajak berjalan selaras dengan iklim investasi yang sehat, di mana PT GGP diharapkan menjadi pilot project bagi keterbukaan komunikasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Klasifikasi Potensi Pajak Strategis
Dalam pertemuan tersebut, Bapenda Lampung tengah melakukan verifikasi dan konsolidasi terhadap beberapa objek pajak daerah yang melekat pada operasional perusahaan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap kewajiban perpajakan dihitung secara transparan dan sesuai regulasi.
Potensi pajak yang tengah diklasifikasi meliputi:
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Penyesuaian operasional armada perusahaan.
Pajak Alat Berat (PAB): Mengingat skala industri PT GGP yang masif.
Pajak Air Permukaan (PAP): Terkait pemanfaatan sumber daya air dalam proses produksi pertanian dan pengolahan.
Komitmen Kepatuhan Dunia Usaha
Ketua Komisi III DPRD Lampung, H. Supriadi Hamzah, mengapresiasi pola komunikasi PT GGP yang dinilai sangat kooperatif dan terbuka. Menurutnya, kepatuhan perusahaan berskala internasional ini harus menjadi standar bagi korporasi lain di Lampung.
“PT GGP menunjukkan komitmen yang baik. Pola komunikasi yang positif ini diharapkan dapat dicontoh oleh perusahaan lain. Kita ingin investasi tumbuh, namun kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui pajak juga tetap optimal,” ujar Supriadi Hamzah, Senin (2/2/2026).
Senada, Konsultan Legal PT GGP, Soeharto, menegaskan bahwa kepatuhan pajak adalah bentuk kontribusi nyata sektor swasta bagi pembangunan daerah. Perusahaan menyatakan kesediaan untuk mengikuti seluruh tahapan verifikasi hingga proses pembayaran dilakukan secara transparan.
Sinergi Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi III didampingi Wakil Ketua Yozi Rizal beserta anggota lainnya. Kehadiran Bapenda yang dipimpin oleh Slamet Riyadi memastikan bahwa proses teknis perpajakan dilakukan tanpa mengganggu stabilitas operasional perusahaan.
DPRD berharap penguatan sinergi ini menjadi akselerator bagi peningkatan PAD Provinsi Lampung tahun 2026, yang pada akhirnya akan dialokasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik bagi masyarakat luas.
0 Comments