BANDAR LAMPUNG, 11 Maret 2026 – Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan perhatian khusus terhadap penguatan kualitas pendidikan karakter melalui pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) penerima sertifikasi tingkat TK, SD, dan SMP se-Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang digelar di Aula Semergou, Selasa (10/3), ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam menjawab tantangan sosial dan pengaruh teknologi terhadap perilaku siswa.
Mewakili Wali Kota Eva Dwiana, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Wilson Faisol, menegaskan bahwa posisi guru agama sangat krusial sebagai pembimbing moral sekaligus teladan bagi peserta didik.
Keseimbangan Pembangunan Fisik dan Mental Wilson menyampaikan bahwa visi pembangunan kota harus mencakup aspek lahiriah dan batiniah. Menurutnya, generasi yang beriman dan bertakwa adalah aset terbesar bagi keberlanjutan pembangunan di Kota Tapis Berkibar.
“Pembangunan infrastruktur harus berjalan selaras dengan pembangunan karakter masyarakat. Guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak peserta didik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Wilson Faisol saat membuka acara secara resmi.
Komitmen Pendidikan Profesi Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, menekankan pentingnya peningkatan kualifikasi akademik dan profesional melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ia menyatakan kesiapan Pemkot untuk kembali mendorong program tersebut guna memastikan guru agama di Bandar Lampung memiliki kompetensi standar nasional.
“Dinas Pendidikan pernah mengadakan PPG PAI, dan ke depan kita siap melaksanakannya kembali. Kami ingin guru agama tidak hanya menjadi pengajar materi, tetapi juga garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang religius dan toleran,” jelas Eka Afriana.
Literasi Keuangan Syariah Selain fokus pada kompetensi pedagogik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi wakaf tunai. Langkah ini diambil untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan tenaga pendidik, sehingga guru dapat menjadi agen edukasi bagi ekosistem pendidikan mengenai pentingnya instrumen sosial keagamaan bagi kesejahteraan umat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, H. Erwinto, serta jajaran pejabat Disdikbud, sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mengawal kualitas pendidikan agama di sekolah-sekolah umum.
0 Comments