Targetkan 27 Juta Wisatawan, Pemprov Lampung Ajukan Penguatan Infrastruktur Wisata ke Pusat

  


BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI sebagai momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah dari berbasis pertanian mentah menuju hilirisasi industri. Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/04/2026), Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memaparkan performa positif indikator makro ekonomi Lampung yang kini berada di atas rata-rata nasional.

Gubernur mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, ekonomi Lampung tumbuh signifikan sebesar 5,28 persen. Keberhasilan ini dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,6 persen serta tingkat inflasi 1,25 persen, yang merupakan terendah secara nasional.

Hilirisasi Pertanian sebagai Tulang Punggung Ekonomi

Dengan luas lahan pertanian mencapai 1,8 juta hektare, Gubernur menegaskan bahwa Lampung memiliki karakteristik unik di Sumatera karena sangat bergantung pada petani padi, jagung, dan singkong. Untuk meningkatkan nilai tambah, Pemprov Lampung mengusulkan:

  • Pengembangan Kawasan Industri: Mendorong 5 wilayah strategis menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan dukungan infrastruktur listrik, air baku, dan pengolahan limbah.

  • Penataan UMKM Singkong: Melakukan agregasi terhadap lebih dari 5.000 merek produk olahan singkong agar lebih kompetitif di pasar ekspor.

  • Revisi Regulasi Ekspor: Meminta dukungan pusat terkait kendala ekspor kopi yang selama ini harus melalui negara transit, guna menekan biaya logistik.



Akselerasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sektor pariwisata Lampung mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan nusantara yang drastis, dari 17 juta di tahun 2024 menjadi 27 juta wisatawan pada 2025. "Kami mengusulkan dukungan pembangunan akses jalan menuju destinasi unggulan seperti Pulau Pahawang dan Taman Nasional Way Kambas, serta pengembangan creative hub untuk memperkuat subsektor kriya dan kuliner," jelas Gubernur Mirza.

Saat ini, Pemprov Lampung juga tengah melakukan studi kelayakan untuk penetapan empat calon KEK Industri dan dua KEK Pariwisata guna menarik investasi skala besar.

Dukungan Legislatif Pusat

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, memberikan apresiasi tinggi terhadap geliat ekonomi di Bumi Ruwa Jurai. Ia memastikan Komisi VII akan mengawal usulan strategis tersebut, terutama yang berkaitan dengan kemitraan di sektor industri dan energi.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Tim, Chusnunia Chalim, menambahkan bahwa sejumlah kementerian terkait telah merespons positif usulan pemberian insentif seperti tax holiday bagi investor di Lampung serta dukungan promosi wisata bahari berbasis konservasi.

Sinergi ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Lampung bukan hanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan industri baru di Pulau Sumatera melalui kebijakan hilirisasi yang tepat sasaran.

0 Comments