BANDAR LAMPUNG – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Realestat Indonesia (REI) ke-54 yang dipusatkan di Provinsi Lampung memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal. Ratusan pengurus dan keluarga besar REI dari berbagai penjuru tanah air memadati Kantor Dekranasda Provinsi Lampung untuk berburu produk kriya, wastra, dan kuliner unggulan, Kamis (7/5/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda nasional HUT REI yang berlangsung pada 5–7 Mei 2026. Kedatangan rombongan disambut hangat dengan dentuman alat musik tradisional serta atraksi menapis kain yang diperagakan langsung oleh pengrajin lokal Lampung.
Dukungan Ekonomi bagi UMKM Lokal:
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang sejak November 2025 untuk menyambut kunjungan berskala nasional ini.
Penyajian Produk: Dekranasda menghadirkan produk kriya dan wastra (kain tradisional) terbaik di dalam gedung, sementara 12 pelaku UMKM kuliner membuka stan di area luar.
Fasilitas Logistik: Untuk memudahkan para tamu yang berbelanja dalam jumlah besar, Dekranasda menyediakan layanan kantor pos di lokasi agar paket belanjaan dapat langsung dikirim ke daerah asal.
Target Pasar: Kegiatan ini dirancang sebagai ajang promosi sekaligus transaksi langsung guna membantu pengrajin lokal meningkatkan kapasitas produksi menuju pasar nasional dan internasional.
"Target kami adalah agar UMKM binaan hari ini dapat menjual produknya. Kami ingin membantu pengrajin Lampung meningkatkan produksinya sehingga bisa bersaing secara global," ujar pengurus Dekranasda Lampung, Hanita Farial.
Apresiasi dari Pengunjung Nasional:
Kualitas produk Lampung mendapat apresiasi positif dari para peserta. Lia H Nastiti, pengunjung asal Jawa Barat, mengaku terkesan dengan mutu kerajinan yang dipamerkan.
"Dekranasda Lampung ini cukup mewakili kreasi-kreasi daerah. Saya lihat mutunya bagus-bagus, sangat direkomendasikan untuk dikunjungi lagi," tuturnya.
Antusiasme peserta REI terpantau sangat tinggi, di mana kunjungan dilakukan secara bertahap dari pagi hingga sore hari sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke berbagai pusat kuliner di Bandar Lampung. Sinergi antara industri properti dan sektor ekonomi kreatif ini diharapkan menjadi pemantik bangkitnya ekonomi daerah pasca-agenda nasional tersebut.
0 Comments