Sinergi Pusat-Daerah: Lampung Terima Kuota 10.000 Bedah Rumah di Tahun 2026

  


LAMPUNG SELATAN – Provinsi Lampung mencatatkan performa ekonomi yang gemilang dengan pertumbuhan mencapai 5,58 persen pada Triwulan I Tahun 2026, yang merupakan capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir. Momentum positif ini diperkuat dengan komitmen besar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI untuk mengalokasikan bantuan 10.000 unit rumah bagi masyarakat Lampung pada tahun ini.

Kepastian tersebut mengemuka dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Gedung Parona, Jati Agung, Kamis (7/5/2026). Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pemenuhan hunian layak adalah kebutuhan dasar yang berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas dan stabilitas sosial masyarakat.

Gubernur menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas Program 3 Juta Rumah yang menjadi solusi nyata bagi masyarakat kecil. Menurutnya, lonjakan bantuan dari sekitar 2.300 unit pada tahun lalu menjadi 10.000 unit tahun ini merupakan jawaban atas tingginya kebutuhan hunian di Lampung. Apalagi, pertumbuhan sektor pertanian yang mencapai 12 persen telah mendorong daya beli masyarakat, yang perlu dibarengi dengan ketersediaan akses perumahan yang terjangkau.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memuji kinerja pembangunan Lampung yang mampu menjaga konsumsi rumah tangga di angka 5,54 persen di tengah fase bonus demografi. Namun, BPS mencatat masih terdapat tantangan besar berupa backlog perumahan, di mana sekitar 146.500 rumah tangga belum memiliki rumah sendiri dan 647.000 rumah tangga lainnya masih menempati hunian tidak layak. Sektor konstruksi perumahan pun diharapkan menjadi efek berganda (multiplier effect) untuk terus menggerakkan investasi daerah.

Sektor perbankan turut memperkuat kolaborasi ini melalui PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang mencatatkan realisasi pembiayaan KPR mencapai Rp5,4 triliun secara nasional. Khusus di wilayah Lampung, antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan adanya 2.042 peminatan calon debitur senilai Rp268,86 miliar. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan yang lebih fleksibel.

Anggota Komisi V DPR RI, Muchlis Basri, turut mengapresiasi peningkatan signifikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi Lampung. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan memastikan setiap keluarga di Lampung memiliki tempat tinggal yang aman untuk membangun masa depan.

0 Comments