BANDAR LAMPUNG — Sukses besar Provinsi Lampung dalam memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) lewat skrining kanker serviks massal menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem kesehatan preventif di tingkat tapak. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa perlindungan terhadap kesehatan reproduksi perempuan bukan sekadar program kerja dinas kesehatan, melainkan instrumen investasi jangka panjang yang krusial guna membangun ketahanan keluarga serta mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing di Bumi Ruwa Jurai.
Pernyataan strategis tersebut disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang dipusatkan di Hotel Swiss-Belhotel, Bandar Lampung. Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada ribuan bidan di Lampung yang dinilai berhasil menjadi motor penggerak kesadaran publik, hingga mampu memobilisasi belasan ribu perempuan secara serentak untuk melakukan pemeriksaan Pap smear di ratusan titik pelayanan kesehatan.
Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan kaum perempuan sebagai pilar utama dalam struktur ketahanan sosial masyarakat. Ketidakmampuan mendeteksi penyakit mematikan seperti kanker serviks secara dini dinilai dapat membawa dampak domino—baik secara psikologis maupun ekonomi—bagi kestabilan sebuah keluarga. Oleh karena itu, profesi kebidanan diposisikan sebagai mitra taktis pemerintah daerah yang mengawal rantai kesehatan perempuan secara berkelanjutan, mulai dari fase remaja, masa kehamilan, proses persalinan, hingga edukasi kontrasepsi.
"Kesehatan seorang perempuan adalah fondasi utama dari kesehatan sebuah keluarga. Ketika kaum perempuan berada dalam kondisi sehat, mereka dapat hadir dengan kapasitas terbaiknya untuk mendidik anak-anak serta menggerakkan roda ekonomi lingkungannya. Menjadi bidan bukanlah pekerjaan administratif semata, melainkan panggilan kemanusiaan untuk menemani perempuan di setiap fase krusial kehidupannya. Itulah mengapa saya menegaskan bahwa bidan adalah sahabat sejati perempuan Lampung," urai Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Dari sisi pencapaian angka, Ketua IBI Provinsi Lampung, Mery Destiaty, memaparkan bahwa gerakan berbasis komunitas ini berhasil menembus angka 14.762 peserta, melampaui target awal organisasi yang dipatok pada angka 13.740 orang. Atas militansi tersebut, Direktur Operasional MURI, Awan Rahargo, menganugerahkan kategori Rekor Superlatif kepada Pemprov Lampung dan IBI karena aksi serentak di 204 titik pelayanan ini dinilai memberikan dampak nyata bagi perbaikan kualitas indeks kesehatan nasional.
Berdasarkan kesuksesan aksi massal ini, IBI Lampung mendesak pemangku kebijakan, termasuk BPJS Kesehatan, untuk memperluas peran organisasi profesi bidan dalam perumusan kebijakan jaminan kesehatan. Penguatan legalitas dan kemudahan operasional bagi praktik mandiri bidan dinilai sangat vital agar layanan preventif dan deteksi dini penyakit kronis dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat di wilayah pelosok dan pedesaan.
0 Comments