Pemprov Lampung Gandeng KOLA Eduwork Garap Kelas Vokasi Korea

 


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung secara taktis merancang transformasi arsitektur pembangunan sumber daya manusia (SDM) lewat perluasan koridor kemitraan internasional. Menindaklanjuti program Kelas Migran Vokasi yang telah dirintis sebelumnya, pemerintah daerah kini mematangkan uji penjajakan skema Study and Work (Belajar dan Bekerja) ke Korea Selatan bagi para lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat asal Lampung. Intervensi kebijakan ini dikonsolidasikan sebagai langkah konkret eksekutif untuk mengurai dua persoalan struktural menahun di daerah, yakni tingginya angka pengangguran terbuka dan stagnasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Rencana strategis ini digodok dalam rapat evaluasi dan sinkronisasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork di kompleks kegubernuran. Langkah diplomasi sasis pendidikan-vokasi ini memanfaatkan momentum kebijakan imigrasi dan pendidikan di Korea Selatan yang tengah melonggarkan ruang bagi mahasiswa internasional akibat krisis penyusutan populasi usia produktif di dalam negerinya. Celah pasar ini dibidik Pemprov Lampung untuk mengirimkan tenaga terampil daerah agar bisa mengakses pendidikan tinggi sekaligus ruang kerja formal secara legal di luar negeri.

Bagi eksekutif, program ini menjadi katup penyelamat bagi puluhan ribu lulusan menengah atas di Lampung yang setiap tahunnya tidak terserap oleh daya tampung perguruan tinggi lokal maupun pasar kerja domestik. Melalui cetak biru yang disiapkan, para peserta program tidak sekadar diproyeksikan menjadi pekerja migran biasa, melainkan disiapkan sebagai aktor penggerak ekonomi yang memiliki kompetensi global, sertifikasi internasional, dan kemampuan adaptasi teknologi tinggi. Sinergi ini ditargetkan mampu memotong rantai kemiskinan struktural keluarga di akar rumput melalui remitansi dan peningkatan strata pendidikan.

Secara visioner, parlemen dan eksekutif Lampung sepakat bahwa jalinan kemitraan dengan Seoul ini tidak boleh berhenti pada sektor pemagangan dan pendidikan vokasi semata. Pemprov Lampung membidik sasaran jangka panjang berupa transfer teknologi dan perluasan kerja sama pada sektor industri produktif daerah. Keberhasilan program Study and Work ini nantinya diharapkan memicu efek domino, di mana para alumni Korea Selatan dapat kembali ke daerah sebagai generator penggerak industrialisasi lokal yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global.

0 Comments