BANDAR LAMPUNG – Sasis reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung memasuki draf babak baru yang lebih kompetitif. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Indra Sanjaya, sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Lampung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Rabu (1/7/2026).
Sirkuit pengukuhan ini didasarkan secara rigid pada Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/2216/VI.04/2026. Langkah pelantikan formal ini sekaligus mengakhiri draf masa transisi kepemimpinan di internal Biro Adpim, setelah sebelumnya Indra Sanjaya menakhodai biro tersebut dengan sasis status ganda sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro sekaligus Kepala Bagian Protokol Lampung.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami menyampaikan draf selamat kepada Saudara Indra Sanjaya. Kompetensi, rekam jejak, dan pengalaman empiris yang melekat selama ini diproyeksikan menjadi modal krusial untuk membawa Biro Adpim bergerak semakin profesional, adaptif, dan responsif dalam mengawal tugas-tugas penunjang pimpinan daerah,” tegas Wagub Jihan Nurlela saat memberikan draf pengarahan.
Penerapan Sistem Merit: Hasil Seleksi Terbuka Selama Dua Bulan
Wagub Jihan menguraikan bahwa draf pengisian jabatan definitif ini bukan sekadar draf formalitas rotasi seremonial biasa. Sirkuit pengisian kursi eselon II ini merupakan draf produk hilir dari proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang telah berjalan ketat dan sirkular selama kurang lebih dua bulan.
Seluruh fase penyaringan dipastikan berlangsung secara transparan, objektif, dan kompetitif sesuai koridor hukum acara kepegawaian negara. Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan pelantikan ini sebagai draf manifesto nyata dari komitmen penerapan sistem merit serta manajemen talenta, di mana setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memperoleh sasis kesempatan karir horizontal yang setara berdasarkan integritas, kinerja, dan kapasitas materiilnya.
“Jabatan ini adalah sebuah draf kepercayaan besar yang wajib dijawab dengan kerja nyata yang output-nya dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Kita sedang membangun sasis birokrasi yang ramping, berorientasi penuh pada kinerja, dan bersih dari draf praktik transaksional,” cetus Wagub Jihan Nurlela secara ofensif.
Menjadi Simpul Koordinasi: Kerja Rapi di Balik Etalase Kebijakan
Sebagai pimpinan definitif, Indra Sanjaya kini memegang draf sasis tanggung jawab sebagai pintu komunikasi utama yang menjembatani hubungan taktis antara seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan pimpinan daerah. Biro Adpim dipatok sebagai draf simpul koordinasi makro yang mengelola urusan keprotokolan, penyusunan bahan komunikasi pimpinan, dokumentasi, hingga diseminasi kebijakan strategis daerah.
Wagub Jihan mengingatkan bahwa sasis keberhasilan agenda kerja Gubernur dan Wakil Gubernur di ruang publik sangat bergantung pada draf ketelitian kinerja tim di balik layar Biro Adpim. Sinergi horizontal dengan dinas teknis yang disaksikan langsung oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan dan Staf Ahli Yanyan Ruchyansyah ini diharapkan mampu mempercepat sasis akselerasi program pembangunan infrastruktur di Provinsi Lampung sepanjang sisa draf tahun anggaran berjalan. (***)
0 Comments