BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung membuka peluang kolaborasi strategis dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) guna meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi serta mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di wilayah Lampung.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menerima audiensi jajaran Pengurus Pusat POGI dan Pengurus POGI Cabang Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Senin (27/7/2026). Audiensi ini sekaligus membahas kesiapan Provinsi Lampung yang resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) POGI Tahun 2027.
Dampak Kesehatan dan Potensi Ekonomi PIT POGI 2027
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat POGI, dr. Ulul Albab, Sp.OG, Subsp. Obginsos, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Lampung menggelar agenda medis berskala nasional tersebut. PIT POGI yang berlangsung selama 5 hingga 7 hari ini akan diisi rangkaian lokakarya, forum ilmiah, aksi sosial (charity), hingga advokasi kebijakan kesehatan.
Selain berfokus pada peningkatan kapasitas dokter dan tenaga medis, event nasional ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi (multiplier effect) yang signifikan bagi Lampung.
"Estimasi peserta mencapai 3.000 dokter. Jika dihitung bersama keluarga yang mendampingi, pergerakan massa bisa mencapai 6.000 orang. Ini menjadi momentum besar untuk menggeliatkan roda ekonomi daerah di sektor perhotelan, UMKM, kuliner, transportasi, hingga promosi pariwisata Lampung," ujar dr. Ulul.
Tantangan Angka Kematian Ibu dan Gerakan SPRIN
Ketua POGI Cabang Lampung, dr. Dino Rinaldy, Sp.OG, Subsp. Onk., memaparkan bahwa tingkat AKI di Indonesia pada tahun 2025 masih berada di kisaran 144 per 100.000 kelahiran hidup—salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN. Kasus ini mayoritas dipicu oleh komplikasi hipertensi dalam kehamilan, pendarahan, serta belum meratanya akses layanan kesehatan mutu tinggi.
Melalui Gerakan Nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia), sekitar 100 anggota aktif POGI Lampung siap memperkuat sinergi dengan Pemprov Lampung melalui:
Audit kematian maternal dan perinatal.
Pelatihan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir bagi dokter/bidan.
Skrining kehamilan risiko tinggi, kanker serviks, dan perluasan vaksinasi HPV.
Program suplementasi zat besi nasional untuk pencegahan anemia dan stunting.
Dukungan Regulasi dan Komitmen Pemprov Lampung
Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyambut hangat usulan kerja sama tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dijamin oleh pemerintah daerah.
Wagub mengusulkan agar momentum PIT POGI 2027 ditindaklanjuti dengan penyusunan kesepakatan bersama (MoU) dan program aksi yang konkret.
"Para profesional POGI memiliki keahlian dan keilmuan, sementara pemerintah menyiapkan regulasi, kebijakan, dan integrasi implementasinya. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan agar angka kematian ibu dan masalah stunting di Lampung bisa kita tekan secara drastis," pungkas Wagub Jihan.
0 Comments