Wagub Jihan Nurlela Tawarkan 22 Ribu Hektare Kawasan Industri untuk Investor

 


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung terus memantapkan posisinya sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi nasional yang paling atraktif bagi arus investasi. Memanfaatkan keunggulan geopolitik sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera, Pemprov Lampung kini memperluas jangkauan kerja sama antardaerah guna mengakselerasi program hilirisasi komoditas ekspor dan pengembangan kawasan industri modern. Langkah strategis ini mengemuka saat jajaran pimpinan daerah menerima kunjungan kerja resmi dari Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.

Dalam forum bilateral tersebut, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengungkapkan bahwa performa makro ekonomi Lampung pada Triwulan I Tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,58 persen. Angka ini menempatkan Lampung pada peringkat tertinggi di seluruh Pulau Sumatera. Penggerak utama roda ekonomi ini bersandar pada sektor agraria yang melimpah, mulai dari produksi ubi kayu, nanas, kopi robusta, gula, jagung, pisang, hingga sektor peternakan berskala besar.

Guna memberikan kepastian ruang bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya, Pemprov Lampung telah mengalokasikan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dengan total luas mencapai lebih dari 22 ribu hektare di berbagai titik strategis. Kawasan megaproyek industri ini terkoneksi secara langsung dengan sabuk logistik nasional yang mapan, meliputi Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Internasional Panjang, Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Bandara Radin Inten II, hingga sistem konektivitas jaringan perkeretaapian.

"Kami memiliki modal demografi yang sangat kuat, di mana dari 9,5 juta jiwa penduduk Lampung, lebih dari 68 persen berada dalam klaster usia produktif. Fokus utama kami sekarang adalah memperkuat ekosistem hilirisasi agar komoditas pangan dan perkebunan unggulan tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah di dalam daerah untuk menciptakan nilai tambah yang tinggi. Kunjungan dari Pemkab Malang ini menjadi titik awal yang sangat baik bagi kedua daerah untuk saling bertukar cetak biru perencanaan kawasan industri dan menjajaki potensi investasi lintas pulau," jelas Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

Apresiasi tinggi terhadap capaian tata ruang dan logistik Lampung disampaikan langsung oleh Bupati Malang, H. M. Sanusi. Menurutnya, integrasi antara kawasan industri dengan simpul pelabuhan di Lampung merupakan model ideal yang ingin diadopsi untuk memacu pembangunan ekonomi di wilayahnya. Kabupaten Malang sendiri tercatat memiliki fundamental ekonomi yang kokoh dengan capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp150,23 triliun serta pertumbuhan ekonomi menyentuh 5,92 persen pada akhir tahun lalu.

Dalam pemaparannya, Bupati Sanusi juga membagikan sejumlah proyek strategis Kabupaten Malang yang ditawarkan lewat skema investasi dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), seperti Tol Malang–Kepanjen, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, hingga pengembangan pariwisata terpadu. Melalui pertemuan ini, kedua pemerintahan sepakat untuk mempercepat implementasi komunikasi teknis demi mewujudkan kemitraan industri yang inklusif, memperkokoh ketahanan pangan antarpulau, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

0 Comments