Hasil Pemantauan Udara dan Laut Itera-BPBD: Intensitas Erupsi Anak Krakatau Menunjukkan Tren Menurun

  


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana secara lintas sektor menyusul status Gunung Anak Krakatau (GAK) yang hingga Rabu (9/9/2026) masih bertahan pada Level III (Siaga). Meski demikian, pemantauan visual dan teknis di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan penurunan aktivitas vulkanik.

Guna memastikan kondisi riil di lapangan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung tim pemantauan gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Laut, BPBD, Basarnas, serta ahli kebencanaan dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendekati kawasan kawah aktif hingga jarak aman sekitar tiga kilometer menggunakan KRI Lepu 861 di perairan Selat Sunda.

"Hari ini kita melakukan pemantauan langsung Gunung Anak Krakatau dari KRI Lepu 861. Aktivitas erupsinya memang cenderung menurun dengan interval yang makin lebar dan material abu yang berkurang, namun statusnya masih tetap Siaga. Pesan saya, kita tetap tenang tapi jangan pernah lengah," tegas Rahmat Mirzani Djausal saat menggelar konferensi pers di Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Rabu (9/9/2026).

Operasi Modifikasi Cuaca dan Penyiapan Layanan Kesehatan Masif

Sebagai langkah nyata menekan konsentrasi sebaran abu vulkanik di udara, Pemprov Lampung bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berjalan selama dua hari berturut-turut sejak Selasa (8/9/2026).

Di sektor logistik dan kesehatan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Aswarodi mengonfirmasi bahwa pihak daerah telah membagikan 20.000 masker ke wilayah terdampak seperti Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Bandar Lampung, hingga Pesisir Barat. Selain itu, Pemprov Lampung telah mengajukan permohonan bantuan darurat ke BNPB berupa 500.000 masker, 500.000 hand sanitizer, unit tabung oksigen, tenda pengungsian, hingga alat pemadam kebakaran.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga telah menyiagakan seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan paru-paru.

Pemprov Lampung mengimbau seluruh masyarakat, wisatawan, serta nelayan untuk menaati larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau dan selalu merujuk informasi resmi dari BMKG, PVMBG, serta BPBD.

0 Comments