Wagub Jihan Siagakan Rumah Sakit Hadapi Dampak Abu Vulkanik Krakatau

 


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperketat kesiapsiagaan menghadapi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih fluktuatif pada Level III atau Siaga. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membatasi aktivitas fisik di luar rumah, serta meningkatkan perlindungan diri guna menekan risiko penyakit saluran pernapasan.

Himbauan ini disampaikan dalam konferensi pers di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung pada Senin, 7 September 2026. Wagub Jihan menjelaskan bahwa hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah mengonfirmasi partikel abu vulkanik berukuran 5 hingga 10 mikrometer dengan bentuk permukaan yang cenderung tajam. Partikel halus ini dinilai berpotensi tinggi memicu iritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Guna mengantisipasi peningkatan kasus kesehatan akibat abu vulkanik, Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan serangkaian tindakan mitigasi terintegrasi:

  • Perlindungan Kelompok Rentan: Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diwajibkan mengaplikasikan masker, baju lengan panjang, dan kacamata pelindung. Pengawasan intensif diarahkan khusus bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan.

  • Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan: Seluruh puskesmas dan rumah sakit di 15 kabupaten/kota telah disiagakan dengan pembagian lima regional sistem rujukan. Pemprov Lampung mengamankan ketersediaan obat-obatan, oksigen, serta mengajukan 37 item bahan medis habis pakai ke Kementerian Kesehatan.

  • Penyiraman Ruang Publik: Pemerintah kabupaten dan kota diinstruksikan mengerahkan armada pemadam kebakaran untuk menyiram kawasan publik dan jalan berkepadatan tinggi guna menekan laju abu beterbangan.

  • Pusat Informasi Satu Pintu: Pusdalops BPBD ditetapkan sebagai posko pemantauan 24 jam untuk menjamin keakuratan data. Sementara itu, aktivitas pemerintahan ASN Pemprov Lampung dipastikan tetap berjalan normal tanpa skenario WFH.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Djohan Lius menambahkan bahwa lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut mulai terdeteksi di beberapa daerah, salah satunya Kabupaten Tanggamus dengan 76 kasus ISPA pada 6 September. Pemerintah meminta warga tidak melakukan panic buying masker karena stok daerah memadai dan diprioritaskan bagi wilayah paling terdampak. (Diskominfotik Provinsi Lampung)

0 Comments